Kwarda Latih 22 Pembina Pramuka Se-Sultra di KML
KML PENGGALANG
KENDARI - Kwartir Daerah Pramuka Sulawesi Tenggara menggelar Kursus Pembina Mahir Lanjutan (KML) Golongan Penggalang selama enam hari, 19-24 Mei 2026 di Kendari. Sebanyak 22 peserta utusan dari tujuh kwartir cabang se-Sultra mengikuti kegiatan ini.
Ketua Kwarda Sultra, Asrun Lio mengatakan, pendidikan kepramukaan merupakan proses yang dinamis dan berkelanjutan untuk membentuk karakter kaum muda yang berakhlak mulia, mandiri, dan berjiwa patriot. Guna mewujudkan tujuan mulia tersebut, peran Pembina Pramuka yang berkualitas, kompeten, dan mahir di gugus depan mutlak diperlukan. Karena itu, Kwarda memberikan apresiasi atas terselenggaranya KML ini.
"Golongan Pramuka Penggalang merupakan fase krusial dalam perkembangan psikologis anak remaja, di mana mereka mulai mencari jati diri dan memperluas interaksi sosial. Sebagai pembina penggalang, kakak-kakak dituntut tidak hanya menguasai teknik kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi teladan, motivator, dan sahabat yang adaptif bagi adik-adik," kata Asrun Lio.
Dunia hari ini berkembang dengan sangat cepat melalui penetrasi teknologi dan perubahan sosial yang masif. Tantangan ini mengharuskan Gerakan Pramuka di Sulawesi Tenggara untuk terus berbenah dan tidak terjebak dalam pola-pola pembinaan yang konvensional. Ia berharap, melalui KML ini, lahir gagasan-gagasan kreatif dalam mengemas kegiatan Penggalang yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap teguh memegang prinsip dasar dan metode kepramukaan.
"Jadikanlah kursus ini sebagai momentum untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para pelatih, memperluas jaringan persaudaraan, serta saling bertukar pengalaman antargugus depan. Proses KML memang membutuhkan fisik yang prima, pikiran yang fokus, dan dedikasi yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Saya percaya, dengan semangat 'Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana', kakak-kakak sekalian akan mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kursus ini dengan hasil yang terbaik," pesan mantan Sekda Provinsi Sultra ini.
Ia akan menagih komitmen peserta, setelah kembali ke kwartir dan gugus depan masing-masing, untuk langsung bergerak mengaplikasikan ilmu yang didapat. Menghidupkan kembali kualitas latihan-latihan Penggalang, aktifkan kegiatan perkemahan yang mendidik, serta mengantarkan adik-adik Pramuka Penggalang agar berprestasi, tangguh, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Ketua Panitia, Agustiani memaparkan, peserta berasal dari Kwarcab Kolaka Timur, Kota Kendari, Konawe Selatan, Buton Utara, Muna, Konawe, dan Kwarda sendiri. Peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan pembelajaran, diskusi, simulasi, dan praktik lapangan selama pelaksanaan kursus.
Kegiatan ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta wawasan para pembina Pramuka, agar mampu menjadi pembina yang profesional, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mendidik generasi muda.
"Kehadiran kakak-kakak sekalian merupakan bentuk semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan Gerakan Pramuka di daerah masing-masing. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat hingga akhir kegiatan," ucapnya sembari menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua Kwarda dan jajaran atas dukungan sehingga kegiatan terlaksana.
Panitia menghadirkan 5 pelatih utama dan 3 orang pelatih pendamping, serta didukung tim panitia pelaksana. Sumber pendanaan kegiatan ini berasal dari Kwarda ditambah kontribusi peserta.
